cinta

10 Posts Back Home

Mengagumkan

Bagi saya, orang yang paling mengagumkan adalah orang yang paling bisa bertahan lama menjaga amal. Tidak lagi sekedar keinginan, tapi sudah jadi kebiasaan, bahkan karakter. Kegiatan itu sudah ada tempat dalam hidupnya. Artinya, kegiatan tersebut sudah punya tempat khusus setelah sebuah kegiatan permanen. Katanya sih butuh kira kira 21 hari bertahan melakukan suatu hal, baru akhirnya ia jadi kebiasaan. Ya, sebenarnya perjuangan utama kita ada dalam 21 hari pertama itu. Salah satu contoh terbaik dalam hal ini adalah Ust Muin. Sejak 2012 saya tinggal bertetangga dengan Ust Muin. Sekitar 9 tahun. Dari sekian hal yang membuat saya kagum adalah kekuatan beliau bertahan menjaga kebaikan. Sampai ada yang bilang Ustadz Muin itu Wali dari segi kemampuan menjaga amal itu. Kokoh  dalam prinsip dan mampu bertahan, jauh lebih baik dari seribu kekeramatan. Al Istiqamah Khairun min Alfi karaaamah. Demikian kata Ibnu Taimiyah. Shalat 5 waktu tidak pernah terlambat. Suara beliau yang khas…

Petunjuk

Petunjuk

وَمَن یَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ نُقَیِّضۡ لَهُۥ شَیۡطَـٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِینࣱ. وَإِنَّهُمۡ لَیَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِیلِ وَیَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ

Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.

Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka (manusia yang berpaling dari peringatan Allah) dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk .[Surat Az-Zukhruf 36-37]

Paling repot itu kalau seseorang sudah berjalan jauh, hanya untuk tau kalau ia berada di jalan yang salah.

Kenangan Masa Kecil

Entah ke mana pun mereka langkahkan kaki Ke ujung dunia ke belantara negeri Pada kenangan masa kecil mereka kembali Mungkin mereka kan punya dunia sendiri Pahit dan manis silih berganti Namun kenangan itu tetap kuat terpatri Tentang sikap ayah dan ibu Tentang teman main setiap waktu Tentang berbagai momentum yang berlalu Mungkin ada yang berusaha melupakan Perih teringat luka kepengasuhan Yang tak pernah hilang dari ingatan Lalu ia membuat terobosan teori kaku Untuk menghindari sakit masa lalu Tanpa sadar merancang rencana trauma baru Yang akan turun temurun ke anak cucu Lalu apakah kita ikut rame dengan itu? Turut menyesali masa yang lalu Yang tak terpisahkan dan sangat menyatu Lalu bagaimana dengan orang tua kita Adakah yang salah dengan mereka Pada kata, sikap, dan pola didiknya Atau pikiran kita yang belum sampai Tentang pilihan pendidikan bunga rampai Penuh cinta sayang nan damai Kelak anak kita akan bercerita Tentang kita ayah dan…

Sabarmu dan Syukurku (1)

Bila untuk akhirat perlu amal Maka biarlah sabar dan syukur kita menjadi bekal Tutup matamu lalu hitunglah sendiri Berjuta episode datang silih berganti Yang datang kemudian berlalu pergi Setiap peristiwa hadir begitu saja Membawa tangis juga canda tawa Menyisakan senyum dan kadang luka Di hari itu Entah apa arti tangismu Entah sedih, marah, ataupun meraju Bisa pula bahagia dan juga rindu Betapa air matamu itu menjadi saksi Betapa pening dan sakit kepala ini Ditambah sariawan dan dada yang nyeri Baru saja mau melepas penat Merebahkan diri untuk istirahat Kepala berat bangun pun tak kuat Tiba tiba anak anak datang merapat Suara merengek minta layanan cepat Tangis menggema berlipat-lipat Mereka datang tinggalkan ruang berantakan Di ruang tamu mainan berserakan Bajunya kotor penampilan aut-autan Sementara aku belum kembali ke rumah Tuntaskan rapat, tugas, dan sejumlah amanah Atau bisa juga tertidur di masjid karena lelah Di penghujung siang aku pun kembali Berharap pandangan…

Suatu Hari

Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada untaian kata Duduk berdua bertukar cerita Tapi.. Pada saat anak siap berangkat sekolah Menenteng tas, anggun dan gagah Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada indah pesona Tutur menawan menggugah jiwa Tapi… Saat anak mengeja a ba ta Suara keras baca buku dengan terbata Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada kejutan dan hadiah Menarik perhatian mengatur langkah Tapi… Saat anak ikut berjamaah Diam dan khusyu saat tilawah Rasa sedih pun bukan lagi karena buruk rupa Rambut tak terurus atau penampilan tak tertata Tapi… Saat anak terkulai tak berdaya Demam tinggi tertimpa bahaya Suatu hari dalam kisah kita Ternyata ada yang berbeda Dalam terjemah logika cinta Mengurai harapan dan realita Dalam sentuhan canda dan air mata Melangkah dan menua bersama anak kita Mari… Genggam tanganku lebih erat dan mesra Agar cinta ini tetap jernih…

Abadi

Cinta itu abadi dan kepada keabadian ia pergi Cinta itu kekuatan dan dalam batin kekuatan ia tegak berdiri Cinta itu air kehidupan dan dalam kehidupan kita ia bersemi Dalam desah nafas ia bergerak Dalam diam ia berteriak Dalam sepi ia tak henti berarak Hanya tatapan mata di permukaan Tetapi ada gelombang besar lautan di hati Hanya seulas senyum yang tipis menawan Namun seakan ada gelegak larva di gunung berapi Membadai Berderu deru Bertalu-talu Dan biarlah hanya kita berdua yang merasakan itu Cintaku… (Umarulfaruq Abubakar)

Cinta dan Setia Agama

https://youtu.be/CYH-Uj6XgCA Imam Al Bukhari menyatakan, bahwa Al-Bara mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah manusia paling tampan wajahnya dan paling indah rupanya.” Artinya Rasulullah SAW memiliki perangai memiliki postur tubuh yang jauh lebih baik dari manusia manapun, Sehingga tidak bisa disamakan antara kondisi manusia biasa dengan kondisi Rasulullah SAW, baik sejak masa kecilnya sampai beliau dewasa. Rasulullah SAW bahkan sampai dipuji oleh ALlah SWT, “dan sungguh engkau wahai Muhammad berada dalam akhlak yang sangat agung,” memiliki akhlak yang sangat mulia yang sangat tinggi lebih dari manusia-manusia lainnya. Inilah bagian dari keimanan dari kita kepada Allah SWT dan kepada Al-Qur’an yaitu dengan memuliakan apa yang dimulaikan Allah dan dengan merendahkan apa yang direndahkan Allah dalam Al-Qur’an. dan sama sekali ini tidak mengurangi sedikitpun dari rasa humanisme kita dari rasa nasionalisme kita, sebab ini bagian dari kesetiaan kita kepada agama kita. Jangah lupa subscribe, like, and share. #IbnuAbbasKlaten #Ibaska #Islami #Kajian #Muhasabah

Yang Berat Itu Cinta

Kalau anak anak sudah suka dan cinta, mereka akan sangat menikmati aktivitasnya. Setiap tantangan selalu dihadapi dengan senyum yang lebar, penuh semangat dan antusias. Baginya, tak ada lagi sekat ruang dan waktu. Sebaliknya, tanpa cinta, sekolah terasa berat, target target pelajaran menjadi momok yang menakutkan. Dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an, asal anak sudah menikmatinya dan terbentuk pola hidupnya, maka semua aktivitas produktif akan jalan berjalan dengan sendirinya. Itulah mengapa ada anak yang berhasil hafal Al-Qur’an, padahal bapak ibu atau guru gurunya tidak hafiz. Dan ada pula yang sebaliknya. Sebab pada yang pertama, ia fokus dan menikmatinya, sementara pada yang kedua mungkin belum hadir cinta di hatinya. Memarahi anak karena tidak hafal? Justru akan semakin menjauhkannya dari rasa menikmati proses belajarnya, selama belum tampak cinta dalam jiwanya . Sentuhan hati, dukungan yang kuat, dan pendampingan yang melekat, menjadi bagian penting dalam proses ini. Termasuk menghadirkan kondisi, kebiasaan, lingkungan, dan pola hidup…

Kisah 3 Umair

Dari sekian sahabat yang diceritakan oleh Imam Izzuddin Ibnul Atsir dalam bukunya, Usudul Ghâbah fi Ma’rifat Ash Shahâbah, beliau menyebutkan tentang 48 orang sahabat Rasul yang bernama Umair. Berikut ini adalah kisah 3 orang diantara mereka… 1. Di Medan Badar, perang berkecamuk. Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, “Demi jiwaku yang ada di tanganNya, tidak ada seorang pun yang hari ini memerangi orang musyrik, kemudian ia terbunuh dengan penuh kesabaran dan pengharapan kepada Allah, tanpa berlari kembali ke belakang, kecuali pasti Allah masukkan ia ke dalam surga” Seorang pemuda yang saat itu sedang makan kurma, bergumam penuh takjub… “Bakh… bakh…” Rasul bertanya, “Mengapa engkau bergumam, wahai Umair?” “Ya Rasulallah, bukankah antara aku dengan surga hanya sekedar maju kemudian aku memerangi mereka lalu aku terbunuh?” “Benar sekali” Saat itu di tangan pemuda itu masih ada beberapa butir kurma. Ia pun berkata, “Apakah aku harus hidup sampai menyelesaikan makan kurma-kurma ini? Sungguh, itu…

Merawat Keharmonisan

Sudah lebih jam 12 malam, sudah masuk ke hari berikutnya, tapi mata saya masih tidak bisa terpejam. Cerita Ibu Aliya tentang masa kecil Anies Baswedan, dan cerita Ibu Fery Farhati tentang kebersamaan keluarga mereka selama 20 tahun, merenggut rasa ngantuk dari mata saya. Membuat saya berfikir, merenung, dan mencurahkan perasaan. Di balik kebesaran seseorang, selalu ada cerita-cerita sederhana tapi sangat berkesan di belakangnya. Dan selalu ada sosok-sosok yang mendukungnya. Sampai kini saya selalu kagum dengan pasangan-pasangan tua, yang mampu merawat kebersamaan mereka dalam waktu lama. Anak-anak saya masih kecil, masa pernikahan saya belum terlalu lama. Masih terhitung pengantin baru bila dibandingkan dengan Pak Anies Baswedan dan lainnya. Saya pun masih kadang terbawa egoisme pribadi dalam mengambil keputusan. Saya masih suka emosi dan marah-marah, sampai akhirnya istri mengingatkan saya apa yang saya lakukan bukan waktu yang tepat. Ketika anak-anak istri bangun dan aktif, saya merasa terlalu bising untuk menulis dan membaca.…

Navigate