cerita pagi

2 Posts Back Home

Tamu Sekaligus Guru

Tamu Sekaligus Guru Saya pernah merasakan kedua-duanya; jadi pihak yang diundang dan juga yang mengundang . Kedua-duanya punya hak, kewajiban, dan cerita masing-masing. Saya mulai dari yang pertama dulu ya. Ketika jadi undangan. Saya yakin, dakwah dan memberi nasehat kepada manusia itu menjadi bagian dari kewajiban sosial dalam hidup. Dengan itu kita dapat menebar manfaat di tengah masyarakat. Adanya undangan itu sebenarnya bagian dari karunia besar, sebab kita diberi kesempatan berbicara dan orang lain siap mendengarkan. Masya Allah. Memangnya saya ini siapa sampai harus didengarkan? Semua ini semata-mata karena karunia Allah dan rasa husnu zhann di hati panitia dan tuan rumah. Panitia dan tuan rumah menyebarkan undangan dan iklan di media sosial, mengundang orang datang baik online dan offline. Seharusnya saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada panitia sudah diberi kesempatan. Sudah begitu, pas pulang kadang dikasih amplop. Ya kadang-kadang ada isinya, kadang juga kosong 😀 Seperti yang terjadi…

Hujan di Pagi Subuh

Tik..tik…tik.. Bunyi rintik hujan di atas genteng di pagi subuh itu, seringkali menggoda untuk melanjutkan tidur. Atau minimal shalat shubuh di rumah. Toh tetap dapat jamaah juga bersama anak dan dan istri. Tapi tentu tidak seutama ketika di Masjid. Sementara di masjid dekat rumah sudah terdengar lantunan shalawatan yang menarik-narik hati untuk berangkat. Pertanda tidak lama lagi akan qamat. Setelah wudhu, saya paksakan diri ke masjid, mengayuh sepeda dengan cepat, menerobos rintik hujan. Feelling saya benar, bahwa hujan akan semakin deras. Terbukti suara gemerisik air yang jatuh menimpa atap masjid dengan keras. Harusnya tadi saya bawa jas hujan, supaya bisa kembali dengan segera. Tapi sampai kini masih tertahan. Maka seusai shalat saya tetap berdiam di masjid, menunggu hujan reda. Sementara para jamaah meninggalkan masjid satu persatu. Mungkin mereka bawa payung. Yang tersisa tinggalah 3 orang, yaitu saya, muazzin, dan imam masjid. Lalu disinilah beberapa titik keharuan dan pelajaran hidup saya…

Navigate