Keluarga

Tadabbur Ayat Keluarga

*Tadabbur Ayat Keluarga* Oleh: Umarulfaruq Abubakar Alhamdulillah. Pagi ini berkesempatan untuk belajar bersama terkait pedoman pendidikan anak dari Al Quran. Ternyata banyak sekali ayat ayat yang berbicara tentang hal itu. Misalnya, kisah Nabi Ibrahim dan keluarga, kisah Nabi Daud dan Sulaiman, kisah Nabi Nuh dan anaknya, kisah Luqman Al Hakim. Ada juga tentang hukum dan adab, seperti Adabul Isti’dzan, adab muamalah keluarga, adab pernikahan, dan lain sebagainya. Pedoman Quran ini menjadi penting,  mengingat keluarga adalah milik kita yang paling berharga. Jangan sampai masa depan keluarga kita jadi berantakan karena salah asuhan, tidak paham, atau akibat kelalaian. Padahal di hadapan kita ada pedoman yang jelas terbentang. Secara rutin, dua pekan sekali, Insya Allah saya mengisi kajian ini, yang disiarkan via Zoom dan Facebook Komunitas Klaten Bersinar dan Komunitas Pecinta Al Qur’an ======= Via Zoom Metting http://gg.gg/TomboAti Meeting ID: 881 4867 4664 Passcode: 649336 Via Facebook: https://www.facebook.com/groups/237226920721940/?ref=share https://m.facebook.com/hafalalquran ======= Hari ini (11/10/2020),…

Kenangan Masa Kecil

Entah ke mana pun mereka langkahkan kaki Ke ujung dunia ke belantara negeri Pada kenangan masa kecil mereka kembali Mungkin mereka kan punya dunia sendiri Pahit dan manis silih berganti Namun kenangan itu tetap kuat terpatri Tentang sikap ayah dan ibu Tentang teman main setiap waktu Tentang berbagai momentum yang berlalu Mungkin ada yang berusaha melupakan Perih teringat luka kepengasuhan Yang tak pernah hilang dari ingatan Lalu ia membuat terobosan teori kaku Untuk menghindari sakit masa lalu Tanpa sadar merancang rencana trauma baru Yang akan turun temurun ke anak cucu Lalu apakah kita ikut rame dengan itu? Turut menyesali masa yang lalu Yang tak terpisahkan dan sangat menyatu Lalu bagaimana dengan orang tua kita Adakah yang salah dengan mereka Pada kata, sikap, dan pola didiknya Atau pikiran kita yang belum sampai Tentang pilihan pendidikan bunga rampai Penuh cinta sayang nan damai Kelak anak kita akan bercerita Tentang kita ayah dan…

Sabarmu dan Syukurku (1)

Bila untuk akhirat perlu amal Maka biarlah sabar dan syukur kita menjadi bekal Tutup matamu lalu hitunglah sendiri Berjuta episode datang silih berganti Yang datang kemudian berlalu pergi Setiap peristiwa hadir begitu saja Membawa tangis juga canda tawa Menyisakan senyum dan kadang luka Di hari itu Entah apa arti tangismu Entah sedih, marah, ataupun meraju Bisa pula bahagia dan juga rindu Betapa air matamu itu menjadi saksi Betapa pening dan sakit kepala ini Ditambah sariawan dan dada yang nyeri Baru saja mau melepas penat Merebahkan diri untuk istirahat Kepala berat bangun pun tak kuat Tiba tiba anak anak datang merapat Suara merengek minta layanan cepat Tangis menggema berlipat-lipat Mereka datang tinggalkan ruang berantakan Di ruang tamu mainan berserakan Bajunya kotor penampilan aut-autan Sementara aku belum kembali ke rumah Tuntaskan rapat, tugas, dan sejumlah amanah Atau bisa juga tertidur di masjid karena lelah Di penghujung siang aku pun kembali Berharap pandangan…

Suatu Hari

Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada untaian kata Duduk berdua bertukar cerita Tapi.. Pada saat anak siap berangkat sekolah Menenteng tas, anggun dan gagah Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada indah pesona Tutur menawan menggugah jiwa Tapi… Saat anak mengeja a ba ta Suara keras baca buku dengan terbata Suatu hari dalam kisah cinta kita Bahagia bukan lagi pada kejutan dan hadiah Menarik perhatian mengatur langkah Tapi… Saat anak ikut berjamaah Diam dan khusyu saat tilawah Rasa sedih pun bukan lagi karena buruk rupa Rambut tak terurus atau penampilan tak tertata Tapi… Saat anak terkulai tak berdaya Demam tinggi tertimpa bahaya Suatu hari dalam kisah kita Ternyata ada yang berbeda Dalam terjemah logika cinta Mengurai harapan dan realita Dalam sentuhan canda dan air mata Melangkah dan menua bersama anak kita Mari… Genggam tanganku lebih erat dan mesra Agar cinta ini tetap jernih…

Abadi

Cinta itu abadi dan kepada keabadian ia pergi Cinta itu kekuatan dan dalam batin kekuatan ia tegak berdiri Cinta itu air kehidupan dan dalam kehidupan kita ia bersemi Dalam desah nafas ia bergerak Dalam diam ia berteriak Dalam sepi ia tak henti berarak Hanya tatapan mata di permukaan Tetapi ada gelombang besar lautan di hati Hanya seulas senyum yang tipis menawan Namun seakan ada gelegak larva di gunung berapi Membadai Berderu deru Bertalu-talu Dan biarlah hanya kita berdua yang merasakan itu Cintaku… (Umarulfaruq Abubakar)

Investasi Terindah

Pernah berfikir tentang masa depan? Yaitu masa depan yang panjang jauh setelah kita meninggalkan dunia. Apa yang sudah kita persiapkan untuk masa itu? Yaitu saat diri kita telah berkalang tanah, saat jasad terbujur kaku, lalu akhirnya yang tersisa hanyalah tulang belulang yang dimakan rayap. Saat itu, tidak ada lagi shalat. Tidak ada lagi puasa. Tidak ada tilawah Al Quran. Tidak ada kesempatan berbuat baik. Dan juga tidak ada lagi kesempatan mendapatkan pahala, kecuali kita telah berinvestasi sebelumnya. Pernahkah berfikir tentang investasi itu? Yaitu peluang kebaikan yang akan terus-menerus mengalir pahalanya kepada kita walaupun jasad kita telah tiada, dan yang tersisa tinggallah nama. Inilah investasi terindah. Dalam investasi ini, di dunia kita mulia dan bahagia, plus bonus abadi yang tidak ada habisnya. Harta, ilmu, dan anak. İtulah tiga investasi terbesar dalam hidup. Apa yang bisa lakukan dengan ketiga hal itu? Simak video berikut https://youtu.be/dF8HsSYllGI •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe…

Angkatan Muda Generasi Adab

Angkatan Muda Generasi Adab Menjadi orang tua anak anak yang shaleh dan berbakti, tentu adalah sebuah kebahagiaan yang terhingga. Anak-anak dengan adab yang luhur menjadi harta Karun dan peninggalan terbaik orang tua. Lelah mendidik tak akan lagi terasa, saat kita mendapati anak anak  itu tumbuh dengan akhlak yang mulia. Lalu apakah semua itu terjadi dengan instan begitu saja? Tentu tidak. Ada langkah langkah penting yang harus kita lakukan dengan serius dan sungguh . Apa saja langkah itu? Bertanyalah kepada kepada ahlinya bila engkau tidak mengetahui. Dan kini Prof. Dr. Abdullah Nashih Ulwan, melalui buku Tarbiyatul Aulad fil İslam memberikan kita nasehat tentang pola pendidikan terbaik itu.. Silahkan menyimak… 08 Ramadhan 1441 H

Menjadi Guru Keluarga

Menjadi Guru Keluarga Kebersamaan adalah sesuatu yang mahal. Dulu ditunggu-tunggu, kini kebersamaan itu hadir, dan setiap orang wajib ada di rumah. Di situlah kebingungan datang menghantui. Apa yang harus saya lakukan saat bersama anak anak sepanjang hari? Terlebih lagi di Bulan Ramadhan seperti ini. Kebersamaan di rumah  harus dimanfaatkan agar menjadi sesuatu yang sangat berharga… “Menjadi Guru Keluarga” itulah tugas orang tua yang paling utama. Tapi bagaimana caranya? Simak video berikut ini. https://youtu.be/Di2c4klQ368 Semoga ada manfaatnya.. ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 05 Ramadhan 1441 H

Mudik 2019

Dalam Liburan yang sebentar: Yang lama adalah kenangan Yang mahal adalah silaturrahim Yang bernilai adalah pengalaman Yang tak terhingga adalah bakti kepada kedua orang tua Mudik Jilid 1 30 Mei – 13 Juni 2019 Klaten – Surabaya : naik kereta api Kami tiba di Surabaya hari Jumat tanggal 31 Juli jam 03.30 dini hari. Mampir bermalam di De Boutique Hotel dekat Stasiun Gubeng. Setelah shalat Jumat kami ke rumah Ibu Seha Bahmid, tempat aba dan umi dulu tinggal waktu sekolah di Gorontalo. Malam itu kami bermalam di rumah beliau di wonokusumo Surabaya – Makassar : kapal laut Pagi hari tanggal 1 Juli kami berangkat ke Makassar dengan kapal Dharma Lautan Utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Tiba di Makassar sekitar jam 8 malam dan langsung booking hotel yang ada di dekat Bandara Hasanuddin km 21 dengan fasilitas Airy Roomnya. Malam itu juga saya booking tiket pesawat Garuda ke Gorontalo. Alhamdulillah…

Navigate