admin

10 Posts Back Home
Umarulfaruq Abubakar

Sepenggal Cerita Dari Kairo

Dirgahayu Al Azharku untuk yang ke 1081 Bahagia dan Jayalah Selalu…! Dari rahimmu telah lahir lahir banyak ulama dan cendekiawan Muslim. Cukuplah menjadi kebanggaan bagiku pernah menjadi murid dan adik kelas dari para ulama ulama itu. Kisah ini saya tulis sebagai ungkapan kesyukuran dan terimakasih kepada Universitas Al Azhar Mesir, dan kepada teman teman seperjuangan yang pernah belajar bersama dalam dekapan Al Azhar Asy Syarif. Hanya sepenggal cerita dari sebuah kisah hidup yang panjang. Berusaha merekam beberapa kenangan dan fakta sejarah yang terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terasa di dalam jiwa. Mulai dari serba serbi kuliah di kampus, lingkaran ilmu di masjid Al Azhar, halaqah Tahfiz Qur’an, dinamika organisasi, petualangan dan rihlah, jejak bersejarah kudeta Mesir, dan beberapa cerita lainnya. Terimakasih untuk semua guru dan sahabat. Untukmu aku hadirkan kisah kisah bersahaja ini. Salam Takzim Umarulfaruq Abubakar duakhalifah.com ========= Tebal buku: 244 halaman Penerbit: Yunsung Publishing Harga…

Pesan-Pesan Wisuda

Tampil di layar itu hanya dalam hitungan detik. Sambil senyum dan salam religi. Tetapi di balik beberapa detik itu, ada rangkaian kisah yang panjang, sekaligus kesan dan kenangan mendalam tentang berbagi hal. Para santri dan alumni peserta wisuda, wali santri, panitia, dan mereka yang terlibat secara fisik dan emosional, mungkin tersenyum sendiri saat ini mengingat semua kenangan di balik layar itu. Selain sebagai salah satu bentuk kesyukuran, sarana silaturrahim, kegiatan wisuda juga adalah momentum istimewa untuk mendapatkan percikan nasehat dan motivasi yang menghidupkan hati dari para guru. Kami rangkaiakan kembali beberapa untaian nasehat itu, semoga dapat menjadi pengingat kebaikan selalu. Ust Umarulfaruq Abubakar (Sekretaris PPTQ Ibnu Abbas Klaten) Kepada seluruh civitas akademika pondok, 120 orang wisudawan – wisudawati SMA, dan 214 wisudawan – wisudawati SMP tahun pelajaran 2019/2020, Ust Umar kembali  mengingatkan tentang visi misi pondok yang ingin menjadi lembaga unggul mencetak generasi Qurani, Rabbani, Ulul Albab, dan beraqidah Ahlu…

Tamu Sekaligus Guru

Tamu Sekaligus Guru Saya pernah merasakan kedua-duanya; jadi pihak yang diundang dan juga yang mengundang . Kedua-duanya punya hak, kewajiban, dan cerita masing-masing. Saya mulai dari yang pertama dulu ya. Ketika jadi undangan. Saya yakin, dakwah dan memberi nasehat kepada manusia itu menjadi bagian dari kewajiban sosial dalam hidup. Dengan itu kita dapat menebar manfaat di tengah masyarakat. Adanya undangan itu sebenarnya bagian dari karunia besar, sebab kita diberi kesempatan berbicara dan orang lain siap mendengarkan. Masya Allah. Memangnya saya ini siapa sampai harus didengarkan? Semua ini semata-mata karena karunia Allah dan rasa husnu zhann di hati panitia dan tuan rumah. Panitia dan tuan rumah menyebarkan undangan dan iklan di media sosial, mengundang orang datang baik online dan offline. Seharusnya saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada panitia sudah diberi kesempatan. Sudah begitu, pas pulang kadang dikasih amplop. Ya kadang-kadang ada isinya, kadang juga kosong 😀 Seperti yang terjadi…

Mengagumkan

Bagi saya, orang yang paling mengagumkan adalah orang yang paling bisa bertahan lama menjaga amal. Tidak lagi sekedar keinginan, tapi sudah jadi kebiasaan, bahkan karakter. Kegiatan itu sudah ada tempat dalam hidupnya. Artinya, kegiatan tersebut sudah punya tempat khusus setelah sebuah kegiatan permanen. Katanya sih butuh kira kira 21 hari bertahan melakukan suatu hal, baru akhirnya ia jadi kebiasaan. Ya, sebenarnya perjuangan utama kita ada dalam 21 hari pertama itu. Salah satu contoh terbaik dalam hal ini adalah Ust Muin. Sejak 2012 saya tinggal bertetangga dengan Ust Muin. Sekitar 9 tahun. Dari sekian hal yang membuat saya kagum adalah kekuatan beliau bertahan menjaga kebaikan. Sampai ada yang bilang Ustadz Muin itu Wali dari segi kemampuan menjaga amal itu. Kokoh  dalam prinsip dan mampu bertahan, jauh lebih baik dari seribu kekeramatan. Al Istiqamah Khairun min Alfi karaaamah. Demikian kata Ibnu Taimiyah. Shalat 5 waktu tidak pernah terlambat. Suara beliau yang khas…

Hujan di Pagi Subuh

Tik..tik…tik.. Bunyi rintik hujan di atas genteng di pagi subuh itu, seringkali menggoda untuk melanjutkan tidur. Atau minimal shalat shubuh di rumah. Toh tetap dapat jamaah juga bersama anak dan dan istri. Tapi tentu tidak seutama ketika di Masjid. Sementara di masjid dekat rumah sudah terdengar lantunan shalawatan yang menarik-narik hati untuk berangkat. Pertanda tidak lama lagi akan qamat. Setelah wudhu, saya paksakan diri ke masjid, mengayuh sepeda dengan cepat, menerobos rintik hujan. Feelling saya benar, bahwa hujan akan semakin deras. Terbukti suara gemerisik air yang jatuh menimpa atap masjid dengan keras. Harusnya tadi saya bawa jas hujan, supaya bisa kembali dengan segera. Tapi sampai kini masih tertahan. Maka seusai shalat saya tetap berdiam di masjid, menunggu hujan reda. Sementara para jamaah meninggalkan masjid satu persatu. Mungkin mereka bawa payung. Yang tersisa tinggalah 3 orang, yaitu saya, muazzin, dan imam masjid. Lalu disinilah beberapa titik keharuan dan pelajaran hidup saya…

Petunjuk

Petunjuk

وَمَن یَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ نُقَیِّضۡ لَهُۥ شَیۡطَـٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِینࣱ. وَإِنَّهُمۡ لَیَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِیلِ وَیَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ

Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.

Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka (manusia yang berpaling dari peringatan Allah) dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk .[Surat Az-Zukhruf 36-37]

Paling repot itu kalau seseorang sudah berjalan jauh, hanya untuk tau kalau ia berada di jalan yang salah.

Berkunjung ke Makam Ust Muin

Kunjungan bahasa arabnya Ziarah. Sebagaimana kata ini digunakan untuk orang yang masih hidup, kata “Ziarah” juga digunakan untuk orang yang sudah wafat. Ini menunjukkan bahwa antara orang yang masih hidup dan orang yang sudah wafat masih ada hubungan. Demikian kata Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Ar Ruh.

Seperti apa hubungannya?

Janji Perjuangan

Nasyid ini semoga dapat menerjemahkan janji perjuangan dari para guru, Untuk melanjutkan perjuangan perjuangan beliau *Janji Perjuangan* هل ترانا نلتقي أم أنها ** كانت اللقيا على أرض السرابِ ثم ولت وتلاشى ظلها ** واستحالت ذكريات للعذاب Benarkah kita pernah benar-benar bertemu, ataukah Pertemuan kita hanya oase fatamorgana Yang cepat berlalu dan hilang bayangannya hingga kenangan itu meninggalkan nestapa هكذا يسأل قلبي كلما ** طالت الأيام من بعد الغياب فإذا طيفك يرنو باسماً ** وكأني في استماع للجواب Begitulah hatiku bertanya selalu Setiap hari berlalu sejak kita tak bertemu Lalu bayangmu seakan tersenyum di hadapan Dan akupun setia menanti jawaban أولم نمضي على الدرب معاً ** كي يعود الخير للأرض اليباب فمضينا في طريق شائك ** نتخلى فيه عن كل الرغاب Bukankah kita berjalan bersama dalam perjuangan Agar bumi yang kering ini dipenuhi kebaikan Kitapun melangkah di tanah yang berduri Berlepas diri dari semua yang membenci ودفنا الشوق في أعماقنا…

Rahasia Kemuliaan (Pesan Ust Muin di Majlis Murojaah)

Malam Rabu Bakda Isya seperti ini, kami biasanya murojaah Al Qur’an bersama Ustadz Muin, sejak bertahun-tahun yang lalu. Keistiqamahan beliau sangat menakjubkan. Beliau selalu hadir dan membersamai kami, para muhaffiz, di PPTQ Ibnu Abbas untuk menjaga hafalan Al Qur’an. Dilanjutkan dengan tadabbur beliau tentang ayat ayat yang kami baca. Mendengar uraian beliau, ayat-ayat Allah yang mulia terasa sangat aktual, sesuai keadaan, dekat dengan kehidupan, dan menjadi jawaban atas beragam persoalan. Salah satunya adalah saat mentadabburi QS. Shaad ayat 45-47. Sebuah rangkaian ayat yang bercerita tentang orang orang yang mulia dan sebab sebab kemuliaan mereka. وَٱذۡكُرۡ عِبَـٰدَنَاۤ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَ وَإِسۡحَـٰقَ وَیَعۡقُوبَ أُو۟لِی ٱلۡأَیۡدِی وَٱلۡأَبۡصَـٰرِ. إِنَّاۤ أَخۡلَصۡنَـٰهُم بِخَالِصَةࣲ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ. وَإِنَّهُمۡ عِندَنَا لَمِنَ ٱلۡمُصۡطَفَیۡنَ ٱلۡأَخۡیَارِ ” _Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi)_ ” ” _Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan sebuah penyucian; yaitu selalu ingat kepada negeri akhirat_ ” ” _Dan…

Navigate