Giri Kedaton: Ruang Kecil dengan Gagasan Besar

Memang unik ruang kerja Ustadz Syihabuddin Abdul Mu’iz (@syihabuddinisykarima)
Kami biasa menyebutnya: Giri Kedaton.
Di ruang inilah biasanya Ustadz Syihab menerima tamu-tamu beliau dari berbagai kalangan yang tak pernah henti setiap hari.

Dulu, tempat itu tampak sederhana. Ruangannya kosong, rapi, dengan gaya standar ruang tamu sekaligus ruang rapat. Ada meja panjang yang dikelilingi kursi-kursi, suasananya tenang dan formal.

Sekarang?
Masya Allah… ruang itu berubah seperti perpaduan antara ruang gagasan, laboratorium ilmuwan, dan markas ahli herbal.

Meja panjang itu masih ada. Snack-snack yang memenuhi meja juga masih setia menemani. Tetapi kini suasananya jauh lebih hidup. Di sana ada botol-botol berisi cuka nanas, olahan beras kencur, aneka teh racikan sendiri, kopi dengan campuran rempah-rempah pilihan, semuanya diramu dengan serius dan penuh ketelitian.

Bukan sekadar “asal campur”.
Ada takaran. Ada metode. Ada ilmunya.

Kami tahu itu diracik secara profesional karena kami melihat sendiri prosesnya.

Di sela-sela rapat, Ustadz Syihab hampir tidak pernah diam. Beliau bergerak melayani tamu, meracik minuman demi minuman dari berbagai bahan yang tersusun di sana: kopi, kapulaga, cabe jawa kering, dan macam-macam rempah lain yang bahkan sebagian dari kami baru pertama kali melihatnya.

Menariknya, semua itu dilakukan tanpa kehilangan fokus rapat.
Beliau tetap mampu menyimak diskusi dengan tajam, menimpali pembicaraan secara tepat, lalu memberikan solusi yang sering kali langsung mengena pada inti persoalan.

Kadang ada yang mengeluhkan kondisi kesehatan tertentu. Saat itu juga beliau membuatkan racikannya. Beliau menjelaskan fungsi setiap bahan dengan detail, menerangkan efek campuran herbalnya dengan panjang lebar, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan penuh antusias.

Di belakang kursinya terdapat papan tulis besar yang penuh tulisan—gagasan, coretan ide, arah pemikiran, dan rencana-rencana besar. Di depannya ada TV besar yang biasa digunakan untuk presentasi dan notulensi.

Di ruang Giri Kedaton itu pula, setiap pagi, Ustadz Syihab menerima setoran hafalan para santri pilihan.

Di sudut ruangan terdapat lemari berisi madu, herbal, dan berbagai rempah-rempah. Di bawah TV tersusun aneka teh dengan berbagai aroma dan khasiat. Ada pula foto besar Piagam Persatuan Ulama Solo Raya, Eco Edukasi Pesantren, miniatur pesawat terbang dalam kotak kaca, serta foto Ustadz Syihab bersama Habib Umar.

Masuk ke Giri Kedaton rasanya bukan sekadar memasuki ruang kerja.

https://www.instagram.com/p/DXRgnSCkYeg
(Di Giri Kedaton Saat Silaturrahim Idul Fitri)

Di sana ada ilmu.
Ada rasa.
Ada gagasan.
Ada energi berpikir yang terangsang hanya dengan melihat tulisan-tulisan di papan, ide-ide yang berserakan, dan ramuan-ramuan yang memenuhi ruangan.

Belum lagi jika sudah berbincang langsung dengan Ustadz Syihab—dengan wawasan yang luas, ide yang kaya, dan tutur kata yang lembut.

Kali ini, karena momentumnya bertepatan dengan silaturahim Idul Adha, kami bahkan diajak membakar sate di depan ruang Giri Kedaton itu.

Sederhana, hangat, dan penuh kesan. Betah rasanya bersama beliau di tempat tersebut.

Masya Allah…
Terima kasih, Ustadz.

🌱 Ikuti Tulisan Terbaru

Dapatkan tadabbur Al-Qur’an, catatan perjalanan, inspirasi keluarga, dan refleksi kehidupan langsung melalui WhatsApp Channel.

📲 Ikuti Channel WhatsApp Umarulfaruq Abubakar

“Menebar inspirasi, menyalakan cahaya kebaikan.”

Navigate