Pilihan Istiqamah

Siapakah orang yang paling menakjubkan?

Itulah yang sempat menjadi pertanyaan di benak saya beberapa waktu lamanya.

Apakah orang yang palig tampan? Bukan
Paling kaya? Bukan
Paling pintar? Bukan juga

Saya temukan, orang yang paling menakjubkan adalah orang yang paling kuat bertahan istiqamah dalam keyakinan dan amal perbuatan.

Keyakinannya tak berubah dalam dalam perjalanan waktu. Dan Ia mampu mnjaga satu amal dalam hitungan waktu yang panjang.

Contoh

Saya selalu kagum dengan orang yang seperti itu.

Seperti abah saya. Sejak kecil dan sampai saya berpisah dengan beliau ketika kembali berangkat ke Mesir tahun 2007, waktu abah hanya terbagi tiga: mengajar, kerja, dan melayani masyarakat.

Bakda subuh sampai dhuhur untuk mengajar. Bakda dhuhur sampai asar bekerja di Kebun. Bakda Asar mengajar lagi. Bakda Maghrib sampai jam 10 malam melayani masyarakat, mengisi pengajian, majlis taklim, dan lainnya.

Hampir tidak ada perubahan. Selalu seperti itu setiap waktu. Selama puluhan tahun. Sampai santri dan masyarakat hafal kapan dan dimana harus menemui abah pada jam jam tertentu.

Seperti Ustadz Muin. Sejak tahun 2012, saya melihat langsung: beliau hampir tidak pernah Absen mengisi jadwal mengajar, membina muhaffiz, mengisi kajian tafsir pekanan di Ibnu Abbas. Walaupun pagi sedang berada di Jakarta, atau ada pertemuan di tempat lainnya, malam mesti sudah hadir di pondok untuk kembali mengajar.

Dengan adanya facebook, saya ikut menyaksikan bahwa beliau tidak pernah absen mengisi pengajian beliau di tempat lain setiap malam. Hampir setiap waktu menebar ilmu dan memberikan pencerahan.

Begitu pula dengan Syekh Asyraf Hasanain. Guru tahfiz saya di Mesir. Beberapa tahun saya mengaji kepada beliau, tidak ada satu hari pun beliau tidak hadir di halaqah bakda subuh. Selalu berada di situ, dalam musim panas maupun musim dingin, di musim semi dan musim gugur, dengan segala macam godaan dan tantangan bangun pagi, beliau selalu hadir.

Selama bersama Syekh Abdul Hamid, saya pun menyaksikan kenyataan itu. Bakda Subuh beliau mulai mengajar sampai jam 9 malam. Setiap hari tanpa henti. Waktunya sangat terjaga bersama Al Quran. Tidak peduli hujan panas, kalau sudah waktunya setoran hafalan, tetap akan dijalankan.

Dan keistiqamahan seperti itu ternyata sudah jauh sebelumnya, saat beliau masih belajar ke guru beliau : Syekh Muhammad Saad, Syekh Shalah Isya, dan guru beliau yang lainnya.

Belum lagi kalau mencontoh ulama terdahulu.

Tentang Imam Nawawi yang istiqamah produktif mengajar dan menulis setiap hari. Tentang Imam Said bin Musayyib yang selama 20 tahun sudah di Mesjid setiap kali azan shalat. Tentang Imam Malik dan Imam Abu Hanifah yang selama 40 tahun shalat shubuh dengan wudhu shalat Isya dengan tahajjud sepanjang malam.

Ini sesungguhnya karamah yang sesungguhnya. Bahkan jauh lebih baik dari pada 1000 karomah. Seperti kata Imam Ibnu Taimiyyah:

Itulah keramat dan kemuliaan sesungguhnya.
Kata Ibnu Taimiyyah
أعظم الكرامة لزوم الاستقامة،
Karomah teragung adalah kemampuan untuk terus istiqamah.

Dalam ungkapan ulama lainnya:
Al Istiqamah khairun min alfi karamah.
Istiqamah itu lebih baik dari 1000 kekeramatan.

Gus Mus dalam sebuah ceramah beliau di Jakarta pernah bilang: bahwa syarat untuk menjadi wali Allah hanya dua: iman dan istiqamah.

Semangat
Saya pernah merasa sangat bersemangat. Saya ingin melakukan banyak hal. Lalu saya buat jadwal harian. Ada 15 amal produktif yang akan saya lakukan dan rutinkan setiap hari. Mulai dari shalat sunnah, dzikir, baca buku, menulis, sedekah, dan lain-nya.

Hasilnya: saya tumbang dan tidak mampu bertahan.

bersama ust muin dan syekh abdul hamid

Rahasia

Mungkin rahasianya adalah karena hidup ini bersifat akumulasi dan tidak berdiri sendiri. Apa yang kita lakukan akan menjadi satu kesatuan. Dan akhirnya dengan ikut kita akan akan dinilai dan dikenal.

Sebagimana juga hidup adalah ciri dan karakter. Apa yang kita lakukan secara kontinyu dan terus menerus, itulah yang menjadi diri kita. Bukan angan-angan sesosok orang ideal yang ada dalam pikiran.

Rahasia Istiqamah adalah: memilih yang mudah untuk dilakukan.
Pesan Rasulullah: Khudzu minal a’maali ma tuthiiquuun..
Pilihlah dari amal-amal yang ada apa yang selalu mampu kalian lakukan.

Sebab Allah tidak akan pernah bosan sampai kalian sendiri yang bosan.

Salah satu sifat ahli bait Rasulullah adalah ketika mereka telah memilih satu amalan: atsbatuuh. Mereka akan tetap teguh melakukan dan tidak akan pernah meninggalkannya.

Amal terbaik adalah :Adwamuhaa wa in qalla: yang selalu dan terus menerus walaupun sedikit.
Saya jadi berfikir ulang: diantara sekian banyak kewajiban dan keinginan, mana yang harus saya pilih untuk saya pertahankan?

Saya berfikir sekian lama; saya memutuskan memilih disertasi, duakhalifah, dan al quran, sebagai pilihan istiqamah. Insya Allah…!

Al Qasda Al Qasda Tablughu….
Sedikit-sedikit pasti akan sampai

Engkau pilih apa, mas bro?

Leave A Reply

Navigate