Mudik 2019

Dalam Liburan yang sebentar:

Yang lama adalah kenangan
Yang mahal adalah silaturrahim
Yang bernilai adalah pengalaman
Yang tak terhingga adalah bakti kepada kedua orang tua

siap berangkat

Mudik Jilid 1

30 Mei – 13 Juni 2019

Klaten – Surabaya : naik kereta api

Kami tiba di Surabaya hari Jumat tanggal 31 Juli jam 03.30 dini hari. Mampir bermalam di De Boutique Hotel dekat Stasiun Gubeng.

Setelah shalat Jumat kami ke rumah Ibu Seha Bahmid, tempat aba dan umi dulu tinggal waktu sekolah di Gorontalo. Malam itu kami bermalam di rumah beliau di wonokusumo

Surabaya – Makassar : kapal laut

Pagi hari tanggal 1 Juli kami berangkat ke Makassar dengan kapal Dharma Lautan Utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Tiba di Makassar sekitar jam 8 malam dan langsung booking hotel yang ada di dekat Bandara Hasanuddin km 21 dengan fasilitas Airy Roomnya. Malam itu juga saya booking tiket pesawat Garuda ke Gorontalo. Alhamdulillah bisa dapat diskon plus free bagasi dengan booking di aplikasi tiket.com

Makassar – Gorontalo : pesawat

Gorontalo – Tilamuta : mobil

saat cucu nenek berkumpul-bermain bersama

Yang mahal itu adalah silaturrahim.

Seandainya engkau keluarkan semua harta benda yang ada di dunia ini untuk menyatukan hati mereka, engkau tidak akan mampu melakukannya. Tetapi Allah yang menyatukannya.

Para sesepuh ini adalah orang orang penting dalam sejarah hidup saya sebagai “Ahlu wuddi abiihi” (orang orang yang dekat dengan Aba). Maka menyambung silaturahim dengan beliau adalah abarrul birri (kebaikan yang terbaik).

Sementara para tokoh masyarakat, mereka adalah penggerak kehidupan masyarakat. Di tangan mereka lahir keputusan dan kebijakan.

Kehadiran idul Fitri dan shalat Jum’at memberikan berkah menjadi waktu bersilaturahim. Di hari hari biasa, belum tentu mendapatkan kesempatan berharga ini.

Berharap silaturrahim yang sudah tertaut ini akan semakin kuat dan memberikan kebaikan dan keberkahan.

bersama di rumah om herson

Merangkai Masa Depan

Orang yang tidak punya harapan, tidak akan punya masa depan.

Orang yang tidak punya kenangan tidak pernah punya masa lalu.

Orang yang diam dan tidak melakukan apapun saat ini, tidak akan punya kenangan dan harapan.

Bersama teman, sahabat, dan keluarga ini, saya dulu merangkai masa lalu, menjalani masa kini, dan insya Allah akan menghadapi masa depan.

Masa komunikasi dan hubungan silaturahim ini harus benar benar dijaga agar hati hati ini bisa selalu tertaut.

Sebab teman, sahabat, dan keluarga adalah harta paling berharga dan paling indah.

di rumah ammu husni bersama teman teman HIKMAT

Mudik Jilid II

Menanamkan tauhid dalam bentangan langit yang luas dan laut yang tak bertepi
Membangun kebersamaan dan menguatkan tautan hati antar keluarga.
Mengajak anak anak melihat realitas kehidupan.
Meluaskan pergaulan dan pandangan

qiraah kepada habib saqqaf

Kamis, 13 Juni: Gorontalo – Palu dengan Bis Sekolah
Sabtu, 15 Juni: Pelabuhan Pantoloan Palu – Pelabuhan Semayang Balikpapan dengan Kapal Pelni Labobar
Ahad, 16 Juni: Balikpapan – Banjarmasin dengan Bis Pulau Indah Jaya melewati penyeberangan Kapal Ferry

Senin 17 Juni alhamdulillah tiba di  Banjarmasin

Kapal Labobar

Leave A Reply

Navigate