5 Menit yang Berkah

qiraah kepada habib saqqaf

Bagi Abnaul Khairaat dalam lintas generasi, duduk bersimpuh baca buku di hadapan Habib Saqqaf menjadi proses belajar yang paling penting dan mengesankan.

Yang dibaca mungkin hanya 5 baris. Namun persiapannya bisa sampai satu pekan. Sebab tidak boleh salah. Malu sekali rasanya kalau sampai ada satu harakat i’rab yang tidak tepat. Disamping habib menguji pemahaman dengan menanyakan beberapa hal tertentu.

Itulah yang sering kali banyak yang tidak pede baca buku di hadapan Habib. Selain karena hal hal tadi, juga karena Haibah beliau yang luar biasa.

Padahal Habib sangat gembira bila ada murid yang berani maju untuk membaca. Sebab inilah tradisi paling terdahulu dalam proses belajar yang dilakukan oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri, Guru Tua pendiri Alkhairaat. Di kalangan para ulama, tradisi ini juga mengakar dengan kuat.

Nasehat ini disampaikan oleh bapak saya, dan menjadi rahasia; mengapa dulu Aba menjadi murid kesayangan habib. Kuncinya satu; berani maju dan mempersiapkan diri.

Namun sesungguhnya yang paling dari semua itu adalah untuk mendapatkan keberkahan ilmu, sehingga ia menjadi bermanfaat.

Setelah para tamu penting ini pulang, saya memaksa bersimpuh di hadapan Habib untuk membaca barang satu atau dua baris dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali.

Waktu lima menit membaca itu sangat sangat berarti. Hati pun berbunga bunga. Dan tampak ada sumringah bahagia saya lihat di hadapan Habib Saqqaf yang tercinta.

Leave A Reply

Navigate