Khianat

Sedih.

Terasa sesak sekali dada ini bila melihat kenyataan pemilu di bangsa yang demokrasi ini. Kecurangan dan pengkhianatan tampak jelas di depan mata. Dan selalu saja diingkari oleh pendukungnya.

Pembicaraan tentang pemilu selalu saya hindari. Sedih, marah, kecewa, selalu bercampur jadi satu saat tiba dalam pembicaraan tentang itu.

Demokrasi Damai https://zonadamai.com

Semakin nyata pilpres 2019 kali ini memprihatinkan; lebih dari 600 petugas pemilu wafat, dan 3000 yg masih terbaring sakit. Gelombang tsunami money politik yang bukan hanya oleh tim pemenangan tetapi juga aparat keamanan

Sepanjang kampanye dan pungut suara banyak kejanggalan dan ketidakadilan yang terjadi, DPT bermasalah Kotak suara dari kertas yang gampang sekali hancur, 6.5 juta tidak memilih dan pengusiran serta intimidasi 02. Sulitnya perijinan, pemda memberikan tempat kampanye yang susah dijangkau. Dikumpulkannya instrumen kontrol / media.

Ada upaya penggembosan suara 02 dengan kriminalisasi ulama, penangkapan cerdik pandai, bahkan dibentuknya Tim asistensi/Tik Tok yang dibentik Menkopolhukam. Sistem yang menyuguhkan kesalahan kesalahan itung KPU masih tetap dilakukan.

Berikutnya ada 16.5 juta DPT tuyul dan ada 1.117 ada KK manipulatif dan KTP palsu.

Inilah sedikit data yang terungkap dari pertemuan Mengungkap Fakta Fakta Kecurangan Pilpres 2019, yang diselenggarakan oleh masyarakat peduli pemilu bersih dan berintegritas (MPPBB)Selasa, 14 Mei 2019 pukul 14. 45 wib s.d 17.48 Wib dii Sahid Jaya hotel, Jl. Jend. Sudirman No. 96 Jakarta Pusat.

Tadi malam (malam 10 Ramadhan 1440 H), saya shalat di Masjid Al Aqsa Klaten. Imam membaca awal juz 10. Saya sangat tersentuh saat Imam membaca rangkaian Surah Al Anfal ayat 58-64. Seakan-akan saya baru pertama kali mendengarkan ayat-ayat ini. Sangat faktual dan kondisional dengan keadaan yang sedang kita hadapi saat ini.

Plus menjadi solusi, apa yang seharusnya kita lakukan.

====================

Inilah arti dari rangkaian ayat-ayat itu:

Jika kamu khawatir akan [terjadinya] pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (58) 

Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos [dari kekuasaan Allah]. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan [Allah]. (59) 

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang [yang dengan persiapan itu] kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya [dirugikan]. (60) 

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (61) 

Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah [menjadi pelindungmu]. Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min, (62) 

dan Yang mempersatukan hati mereka [orang-orang yang beriman]. Walaupun kamu membelanjakan semua [kekayaan] yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (63) 

Hai Nabi, cukuplah Allah [menjadi Pelindung] bagimu dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu. (64)

===============

Rangkaian ayat-ayat ini adalah tuntunan kepada Rasulullah dan para sahabat dalam menghadapi kemungkinan tipu daya, kecurangan, dan pengkhianatan.

Dalam ayat ini ada peringatan tentang pentingnya mengambil kewaspadaan, mempersiapkan kekuatan, menyatukan hati, dan bertawakkal kepada Allah.

Kekuataan itu menyesuaikan pertempurannya. Dalam konteks pemilu, kekuatan ada pada kelengkapan dan keakuratan data, militansi petugas lapangan, kesolidan stake holder, dan juga kecukupan finansial.

Selalu ada solusi dalam Al Quran. Selain menyiapkan bekal kekuatan, penting sekali untuk menautkan hati kepada sumber kekuatan tertinggi, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di Bulan Ramadhan ini, kita perlu untuk bersimpuh kepada Allah, minta perlindungan dari kejahatan orang-orang yang berbuat makar dan curang.

Leave A Reply

Navigate