Menikmati Kejutan di Tebing Breksi

Sejak awal liburan musim hujan, tidak ada rencana ke #tebingbreksijogja ini. Terbayang pun tidak. Informasi tentang tempat ini baru kami dapatkan saat perjalnan ke jogja, menuju tempat bermain anak.

Karena masih pagi, maka kami mampir saja sekalian. Enam kilometer dari jalan utama prambanan dengan jalan yang menanjak berliku.

Ternyata di sini indah…!

Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

Sejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.

Setelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.

Demikian informasi dari wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Tebing_Breksi)

Kehadiran tebing yang sekaligus dijadikan sebagai salah satu lokasi tempat wisata ini pasti mempunyai alasan tertentu yang membuat objek wisata ini disebut menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Pasalnya, potensi wisata alam yang dimilikinya menawarkan banyak hal yang tidak boleh dilewatkan, diantaranya adalah pemandangan dinding tebing dengan ornamen patahan yang terlihat begitu artistik.

Sebab, pada dasarnya tebing ini memang sudah terbentuk jutaan tahun yang lalu dan dijadikan sebagai tempat penambangan. Walaupun saat ini sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat penambangan, tapi sisa-sisa dari aktivitas penambangan tersebut mampu menghadirkan ornamen pahatan yang membuat tebing tersebut nampak seperti kue lapis.

Itulah yang menjadi salah satu potensinya, sehingga tebing yang satu ini menjadi sangat menarik untuk dikunjungi. Berfoto dengan latar tebing, sepertinya menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan. Oleh karena itu, tak heran jika tebing ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto.

Hal yang paling istimewa saat berada di tebing ini adalah, dari atas tebing para wisatawan bisa melihat keseluruhan kota Jogja, bahkan aktivitas masyarakat pun dapat terlihat dari atas tebing, seperti pesawat yang lepas landas, kendaraan yang hilir mudik dan lain sebagainya.

Oh ya, apa itu breksi?
Masih menurut Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Breksi) Breksi adalah batuan yang terdiri dari fragmen – fragmen mineral rusak atau batuan yang disemen secara bersama-sama oleh matriks berbutir halus[1] yang dapat mirip dengan atau berbeda dari komposisi fragmen. breksi memiliki bentuk menyudut.

Kata breksi berasal dari bahasa Italia, yang berarti “lepasan kerikilan” atau “batuan yang dibuat oleh kerikilan yang tersemen”. Sebuah breksi mungkin memiliki berbagai asal yang berbeda, sesuai dengan penamaannya seperti breksi sedimen, breksi tektonik, breksi beku, breksi impact, dan breksi hidrotermal.

Akhirnya, saya cuma pengen bilang bahwa hal-hal di dunia ini banyak yang hal hal yang indah. Hanya perlu sedikit keberanian untuk menempuh jarannya yang terjal dan berliku. Sedikit saja.

Leave A Reply

Navigate